Sabtu, 12 Oktober 2013

KONSEP DASAR lanjutan


Kelompok 9 KSI Lanjut:
Achmad Mahara Fauzy
Djuriatun
Eka Listiana
Septian  Firdaus

Informasi Bagi Manajer
Dalam menjalankan fungsinya, manajer sangat membutuhkan informasi untuk membuat keputusan, mengelola kompleksitas hubungan antara organisasi dan lingkungannya, serta menjadikannya sebagai dasar pengendalian.

Tantangan Manajer
Terdapat tiga tantangan yang saling berhubungan yang dihadapi para manajer ketika berhubungan dengan perubahan dunia yang sangat cepat, yaitu :
• Perlunya memiliki visi
• Perlunya etika
• Perlunya kepekaan untuk menanggapi keanekaragaman budaya.

Memasuki Lingkungan SI
Sejumlah alasan rasional dihimpun untuk meyakinkan perlunya segera
mempersiapkan diri memasuki lingkungan SI berbasis TI, antara lain :
• Menjadi partisipan aktif dalam revolusi informasi
• Meningkatkan kualitas SI
• Memperbaiki proses pembuatan keputusan
• Meningkatkan produktivitas
• Kesempatan berkarir lebih besar.

 Sistem informasi bukan sekedar otomatisasi, dikarenakan hal-hal berikut :

  • Diperlukan untuk mengelola data yang mengalir didalam dan diluar lingkungan perusahaan.
  • Perancangan sistem yang tepat dapat menentukan validitas dari berbagai sumber data.
  • Diperlukan untuk mendukung produktivitas para pengelola dan staf perusahaan
  • Memiliki sistematika yang jelas ringkas, dan sederhana.
  • Memiliki keunggulan kompetitif serta singkatnya prosedur
Siklus informasi :
Pengumpulan data à input à pengolahan data à output à distribusi
Pengolahan data disini termasuk :
  • pencatatan (recording/ capturing)
  • manipulasi data
  • klasifikasi
  • kalkulasi
  • sorting
  • merging
  • summarizing
  • storing
  • retrieving.

Kualitas suatu informasi ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu :
• Keakuratan dan teruji kebenarannya
• Kesempurnaan informasi
• Tepat waktu
• Relevansi
• Mudah dan murah

Tingkatan SI , yaitu :
  • Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems – TPS) : untuk pemrosesan transaksi
  • Sistem Informasi Manajemen (SIM) : mengelola informasi untuk manajer dalam pengambilan keputusan
  • SPK : perkembangan SIM dengan prosedur khusus untuk membantu manajer mendapat pemodelan alternatif
  • SI e-business : untuk mengintegrasi informasi bisnis dengan cepat melalui jaringan internet
Perkembangan SI
  • SI Tradisional : Pengelolaannya dan pengoperasian secara manual atau semi-manual tanpa penggunaan komputer.
  • SI Komputer : Pengelolaannya dan pengoperasian dengan menggunakan Komputer personal.
  • SI Jaringan Perkantoran : Pengelolaannya dan pengoperasian dengan komputer dan komputer yang satu dengan yang lain dapat terhubung dalam ruang lingkup tertentu yg lebih kecil seperti LAN(local Area Network).
  • SI Lintas Platform : Perkembangan dari SI Komputer jaringan Perkantoran yang lebih luas, dan penggunaan akan fasilitas Internet.
SI sebagai Strategi Perusahaan

SI telah menjadi strategi bisnis yang sangat hebat. Penerapan SI di hampir semua bidang usaha bisnis merupakan salah satu strategi untuk menjawab tekanan-tekanan yang dialami oleh perusahaan.

 Manfaat yang dapat dipetik oleh perusahaan dengan pembangunan SI, antara lain :

1. Integrasi data dan informasi
2. Sistem pengorganisasian data memungkinkan sistem bebas redudansi data
3. Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusunan laporan manajerial
4. Meningkatkan kualitas produk dan kecepatan layanan konsumen
5. Meningkatkan citra perusahaan

Tahap Pembentukan SI
Membentuk SI korporasi tidak mudah dan memerlukan beberapa tahapan, meliputi :

  1. Membangun sistem pemrosesan transaksi melalui pembangunan kantor elektronik seoptimal mungkin
  2. Membangun SIM berbasis jaringan komputer yang akan mengolah DB perusahaan, menghasilkan laporan-laporan dan grafik-grafik serta mendistribusikan kepada pihak pengambil keputusan dalam perusahaan dengan tepat waktu dan akurat. SIM ini akan menyehatkan aliran informasi di dalam perusahaan
  3. Membangun SPK untuk mengolah DB, untuk membantu para pimpinan dalam menentukan alternatif keputusan manajerial.
  4. Mengembangkan SI yang bersifat lintas platform, yaitu SI yang mampu menjembatani perbedaan antar platform SI bisnis yang akan bergabung satu sama lain.
Klasifikasi SI
Klasifikasi yang umum dipakai antara lain didasarkan pada :
  1. Level organisasi
  2. Area fungsional
  3. Dukungan yang diberikan,
  4. Klasifikasi menurut aktivitas manajemen, dan
  5. Arsitektur SI.
A.Klasifikasi SI Menurut Level Organisasi

Dikelompokkan menjadi :
  1. SI departemen, digunakan dalam sebuah departemen. Misal : departemen SDM yang memiliki sejumlah program/ aplikasi.
  2. SI perusahaan, dipakai oleh sejumlah departemen secara bersama. Misal : SI PT mengintegrasikan bagian pengajaran, keuangan dan kemahasiswaan.
  3. SI antar organisasi, jenis SI yang menghubungkan dua organisasi atau lebih.
Misal : IBM + Apple + Motorola VS Intel untuk pasar CPU (disebutPowerPC). Model IOS banyak diimplementasikan dalam perdagangan elektronis (e- Commerce), sering dikenal dengan istilah B2B.

B. Klasifikasi SI Area Fungsional

Area FungsionalTugasKeterangan
Penjualan
dan
pemasaran
- MKIS
Menangani penjualan dan
pemasaran produk/ jasa
yang dihasilkan
perusahaan
SI yang menyediakan informasi
yang dipakai oleh fungsi pemasaran. Misalnya berupa
ringkasan perusahaan
Manufaktur
(produksi) -
M/P IS
Menghasilkan produk

 
SI yang bekerja sama dengan SI
lain untuk mendukung menajemen
perusahaan (perencanaan maupun pengendalian) dalam
menyelesaikan masalah yang
berhubungan dengan produk dan
jasa yang dihasilkan perusahaan.
Misalnya berupa bahan mentah,
profil vendor baru, dan jadual
produksi
Keuangan
(FIS)
Mengelola aset keuangan
perusahaan
SI yang menyedikan informasi pada fungsi keuangan (departemen atau bagian keuangan) yang menyangkut keuangan perusahaan.
Misalnya berupa ringkasan arus kas (cash flow) dan informasi
pembayaran
Akuntansi
(AIS)
Memelihara rekaman
transaksi keuangan dalam perusahaan
SI yang menyediakan informasi
yang dipakai oleh fungsi akuntansi,mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan perusahaan.
SDM
(HRIS)
Mengelola personalia
perusahaan
SI yang menyediakan informasi
yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya informasi gaji, ringkasan pajak, dan tunjangan hingga kinerja
pegawai.

C. SI Berdasarkan Dukungan yang Tersedia

sistemFungsiPemakai/user
TPS (gb.5.9 hal 111)Menghinpun,menyimpan informasi transaksiOrg yg memproses transaksi
MIS (gb. 5.11 hal 114)Mengkonversi data yang berasal dari Semua level manajemen

 
Semua level manajemen
DSS (gb.
5.13 hal
119)
Membantu pengambilan keputusan
dengan menyediakan informasi.
Analis, manajer,
profesional
EIS (5.15
hal 122)
Menyediakan informasi yang mudah
diakses dan bersifat interaktif.
Menajemen tingkat
menengah dan atas
ES (gb.
5.21 hal
128)
Menyediakan
bidang tertentu untuk membantu
pemecahan masalah
Orang yang hendak
memecahkan masalah
OASMenyediakan fasilitas untuk memproses Staf maupun manajerStaf maupun manajer
GSS (gb.
5.18 dan
5.19)
Menyediakan komunikasi melalui
sarana/ infrastruktur teknologi
bekerja dalam suatu
kelompok

 

TPS – 1950an, MIS – 1960an, OAS – 1970an, DSS – 1970 s/d 1980an, ES – 1980an,
GSS dan ISS – 1990an

D. Klasifikasi menurut Aktivitas Manajemen
Menurut Ebert dan Griffin, 2003
1. SI Pengetahuan : SI yang mendukung aktivitas pekerja . Kategori ini : ES dan OAS
2. SI Operasional : beroperasi organisasi sehari-hari. Kategori ini : TPS, SIM, DSS.
3. SI Manajerial : menunjang kegiatan manajerial. Menyediakan (Turban, McLean dan Wetherbe, 1999) :
– Ringkasan statistik
– Laporan perkecualian
– Laporan periodis dan ad hoc report
4. SI strategis : digunakan untuk menangani masalah strategis dalam organisasi.

E. Klasifikasi menurut Arsitektur Sistem
Dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
• Sistem berbasis mainframe
• Sistem PC tunggal
• Sistem tersebar atau sistem komputasi jaringan

Sistem Informasi Geografis – sering disebut dengan
secara digital.
GIS digunakan untuk menangani data spasial atau data tentang keruangan, pemetaan.
GIS menggunakan konsep layer-lapis.
area yang sama dan selanjutnya semua lapisan bisa saling ditumpuk.

Sistem ERP (dibicarakan kemudian)
Merupakan aplikasi bisnis terintegrasi dan umumnya dapat dipakai untuk menangani
perencanaan kebutuhan material hingga penanganan SDM.

 


 


 

 


 


 


 

 

Sabtu, 25 Mei 2013

Tugas 3 surat-menyurat dan cv


Tugas membuat surat resmi

Tugas membuat CV

Rabu, 24 April 2013

Berpikir Induktif


Induksi adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum (Kamus Umum Bahasa Indonesia, hal 444  W.J.S.Poerwadarminta. Balai Pustaka 2006)

Induksi merupakan cara berpikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual. Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum (filsafat ilmu.hal 48 Jujun.S.Suriasumantri Pustaka Sinar Harapan. 2005)

Berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti. Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif. (www.id.wikipedia.com)

Jalan induksi mengambil jalan tengah, yakni di antara jalan yang memeriksa cuma satu bukti saja dan jalan yang menghitung lebih dari satu, tetapi boleh dihitung semuanya satu persatu. Induksi mengandaikan, bahwa karena beberapa (tiada semuanya) di antara bukti yang diperiksanya itu benar, maka sekalian bukti lain yang sekawan, sekelas dengan dia benar pula.

MACAM-MACAM PENALARAN INDUKTIF
1. GENERALISASI
Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.
Tiga cara pengujian untuk menentukan generalisasi:
a). Menambah jumlah kasus yang di uji, juga dapat menambah probabilitas sehatnya generalisasi. Maka harus seksama dan kritis untuk menentukan apakah generalisasi ( mencapai probabilitas ).
b). Hendaknya melihat adakah sample yang di selidiki cukup representatif mewakili kelompok yang di periksa.
c). Apabila ada kekecualian, apakah juga di perhitungkan dan di perhatikan dalam membuat dan melancarkan generalisasi?

2. ANALOGI
Pemikiran ini berangkat dari suatu kejadian khusus ke suatu kejadian khususnya lainnya, dan menyimpulkan bahwa apa yang benar pada yang satu juga akan benar pada yang lain.

3. HUBUNGAN KAUSALITAS
Berupa sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pada umumnya hubungan sebab akibat dapat berlangsungdalam tiga pola, yaitu sebab ke akibat, akibat ke sebab, dan akibat ke akibat. Namun, pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:
(1). Hubungan sebab-akibat.
Yaitu dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan sampai kepada kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat sebagai gagasan pokok adalah akibat, sedangkan sebab merupakan gagasan penjelas.
 (2). Hubungan akibat-sebab.
Yaitu dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.
(3). Hubungan sebab-akibat1-akibat2
Yaitu dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikianlah seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.

4. PERBANDINGAN
INDUKSI DALAM METODE EKSPOSISI
Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, dan padat.
Karangan ini berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi dengan grafik, gambar atau statistik. Sebagai catatan, tidak jarang eksposisi ditemukan hanya berisi uraian tentang langkah/cara/proses kerja. Eksposisi demikian lazim disebut paparan proses.
Langkah menyusun eksposisi:
• Menentukan topik/tema
• Menetapkan tujuan
• Mengumpulkan data dari berbagai sumber
• Menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih
• Mengembangkan kerangka menjadi karangan eksposisi.

SALAH NALAR
Salah nalar adalah kesalahan struktur atau proses formal penalaran dalam menurunkan kesimpulan sehingga kesimpulan tersebut menjadi tidak valid. Jadi berdasarkan pengertian tersebut, salah nalar bisa terjadi apabila pengambilan kesimpulan tidak didasarkan pada kaidah-kaidah penalaran yang valid. Terdapat beberapa bentuk salah nalar yang sering kita jumpai, yaitu: menegaskan konsekuen, menyangkal antiseden, pentaksaan, perampatan-lebih, parsialitas, pembuktian analogis, perancuan urutan kejadian dengan penyebaban, serta pengambilan konklusi pasangan.

sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
http://kusikhsanto.wordpress.com/2010/04/14/berpikir-induktif/
              

Sabtu, 16 Maret 2013

Analisis & Perancang Sist. Info


DJURIATUN
12110120
3KA26
 _______________________________________________________________________

KLASIFIKASI SISTEM

1) DETERMINISTIK SISTEM

Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat ditentukan/diketahui dengan pasti.
Contoh :
• Program komputer, melaksanakan secccara tepat sesuai dengan rangkaian instruksinya.
• Sistem penggajian.

2) PROBABILISTIK SISTEM
Sistem yang input dan prosesnyadapatdidefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (selalu ada sedikit kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem).
Contoh :
• Sistem penilaian ujian.
• Sistem pemasaran.

3) OPEN SISTEM
Sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau informasi dengan lingkungannya. Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat meneruskan eksistensinya.
Contoh : Sistem keorganisasian memiliki kemampuan adaptasi (Bisnis dalam menghadapi persaingan dari pasar yang berubah. Perusahaan yang tidak dapat menyesuaikan diri akan tersingkir).

4) CLOSED SISTEM
Sistem fisik di mana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut.
Contoh : Reaksi kimia dalam tabung berisolasi dan tertutup.

5) RELATIVELY CLOSED SISTEM
Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu.
Contoh : Sistem komputer. (Sistem ini hanya menerima masukan yang telah ditentukan sebelumnya, mengolahnya dan memberikan keluaran yang juga telah ditentukan sebelumnya. Tidak terpengaruh oleh gejolak di luar sistem).

6) ARTIFICIAL SISTEM
Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam di mana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.
Contoh :
• Sistem AI, yaitu program komputer yang mampu membuat komputer seolah-olah berpikir.
• Sistem robotika.
• Jaringan neutral network.

7) NATURAL SISTEM
Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam.
Contoh : Laut, pantai, atmosfer, tata surya, dll.

8) MANNED SISTEM
Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikutsertaan manusia.
Sistem ini dapat digambarkan dalam cara-cara sebagai berikut :
• H.1. Sistem manusia-manusia.
Sistem yang menitik beratkan hubungan antar manusia.
• H.2. Sistem manusia-mesin.
Sistem yang mengikutsertakan mesin untuk suatu tujuan.
• H.3. sistem mesin-mesin.
Sistem yang otomatis dimana manusia mempunyai tugas untuk memulai dan mengakhiri sistem, sementara itu manusia dilibatkan juga untuk memonitor sistem.
Mesin berinteraksi dengan mesin untuk melakukan beberapa aktifitas. Pengoptimasian ini menjadikan bertambah pentingnya konsep organisasi, dimana manusia dibebaskan dari tugas-tugas rutin atau tugas-tugas fisik yang berat.
Perancang sistem lebih banyak menggunakan metode “Relatively Closed dan Deterministik Sistem”, karena sistem ini dalam pengerjaannya lebih mudah meramalkan hasil yang akan diperoleh dan lebih mudah diatur dan diawasi.
Contoh : Pada bidang sistem informasi, faktor komputer dan program komputer biasanya “relatively Closed dan Deterministik”, tetapi faktor manusia sebagai pengelolanya adalah “Open dan Probalistik sistem”.

sumber : http://syarifhidayat21.blogspot.com/2012/10/pengertian-sistem_1531.html

Minggu, 18 November 2012

TUGAS 4

Nama : Djuriatun
Npm   : 12110120
Kelas : 3KA26

A.    PENGERTIAN DIKSI
Pengertian diksi adalah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud, kita tidak dapat lari dari kamus. Kamus memberikan suatu ketepatan kepada kita tentang pemakaian kat-kata. Dalam hal ini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan.
Kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Di samping itu, pemilihan kata itu harus pula sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu.
Hal yang utama mengenai diksi adalah :
a.       Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
b.      Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari suatu gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kekompok masyarakat pendengar.
c.       Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan sejumlah besar kosa kata atau pembendaharaan kata bahasa itu. Sedangkan yang dimaksud perbendaharaan kata atau kosa kata suatu bahasa adalah keseluruhan kata yang dimiliki oleh sebuah bahasa. (1)

Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Arti kedua, arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.
Diksi dapat diartikan sebagai pilihan kata, gaya bahasa, ungkapan-ungkapan pengarang untuk mengungkapkan sebuah cerita.
 Agar menghasilkan cerita yang menarik, diksi atau pemilihan kata harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1.      Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan gagasan.
2.      Pengarang harus memiliki kemampuan dalam membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna, sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembaca.
3.      Menguasai berbagai macam kosakata dan mampu memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi kalimat yang jelas, efektif, dan efisien. (2)

Contoh paragraf:
a)     Sudah tidak bisa dipungkiri dalam kehidupan manusia, kebutuhan air minum merupakan faktor utama. Di berbagai belahan bumi peningkatan kesehatan sangat berhubungan erat dengan masalah air minum. Secara ilmiah sumber air minum yang terdapat dalam belahan bumi yang beriklim empat musim dapat dikatagorikan lebih baik. Namun, daerah yang beriklim dua musim sangat dilema, terutama di Indonesia yang sampai saat ini masih seulit mendapatkan standar kualitas air minum yang baik.
b)      Pada 1998 perusahaan yang dipimpin oleh Dr. Ruby Aurora Primapuspa, S.E. ini sudah memberikan potongan harga, tetapi belum mencapai sasaran nilai penjualan yang diinginkan karena situasi sulit yang melanda perekonomian Indonesia saat itu seperti pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, pelonjakan tingkat inflasi, dan pergolakan politik yang menyebabkan kerusuhan di mana-mana sehingga daya beli konsumen melemah. Begitu juga yang dialami oleh PT Romeo Alam Segar yang memutuskan menaikan diskon yang lebih tinggi pada tahun berikutnya. (3)
B.     FUNGSI DARI DIKSI :
  • Untuk mencegah kesalah pahaman.
  • Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
  • Untuk Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
  • Supaya suasana yang tepat bisa tercipta.
  • Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca. (4)
_________________________________________________

(1) Blog. "Diksi". Dalam alamat http://lisnaaswida.blogspot.com/2012/04/diksi-bab-i-pendahuluan-1.html.
(2)Ibid.
(3)Kuntarto, Niknik M, Cermat dalam Berbahasa, Teliti dalam Berfikir (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2007), hlm. 37. 38.
(4)Google. "Diksi". Dalam alamat http://lisnaaswida.blogspot.com/2012/04/diksi-bab-i-pendahuluan-1.html.


C.  DAFTAR PUSTAKA


Google. 2012. Diksi. Dalam http://lisnaaswida.blogspot.com/2012/04/diksi-bab-i- pendahuluan-      1.html. (Diakses pada tanggal 18 November 2012).

Niknik M. Kuntarto, Cermat dalam Berbahasa, Teliti dalam Berfikir (Jakarta: Mitra Wacana Media,2007), hal. hal .37. 38.






 

Sabtu, 20 Oktober 2012

TUGAS BAHASA INDONESIA


   
 Nama : Djuriatun
      Npm   : 12110120
      Kelas  : 3ka26


    1.   a) BENAR
      Karena tanda koma dipakai diantara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. Jika ada  subjek lebih dari dua maka untuk subjek yang terakhir menggunakan tanda baca koma dengan kata penghubung misalnya “dan” sebelum subjek yang terakhir. Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk.
  b) SALAH
      Karena dalam kalimat diatas tidak menggunakan tanda baca koma (,) sebelum subjek yang ketiga, hanya menggunakan kata “dan”. Kalimat diatas juga menggunakan tanda baca koma (,) untuk  menghubungkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk, seharusnya menggunakan tanda baca titik koma (;).
    2.   a) BENAR
      Karena menggunakan kata “dibenarkan” yang merupakan kata baku.
   b) SALAH
       Karena menggunakan kata “diperbaiki” yang merupakan kata tidak baku.
    3.   a) BENAR
      Huruf capital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
   b) SALAH
       Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, spasi nama instansi, atau nama tempat.
    4.   a) SALAH
       Karena kalimat diatas menggunakan tanda koma (,) untuk memisahkan kalimat pertama dan kedua yang pembahasannya masih sama, dan kalimat yang seharusnya yaitu “Persamaan dihadapan hukum berlaku bagi semua warga negara Indonesia yang telah diatur dalam UUD 1945.” karena pemborosan kata.
   b) SALAH
       Karena kalimat diatas menggunakan tanda titik (.) untuk memisahkan kalimat pertama dan kedua yang pembahasannya masih sama, dan kalimat yang seharusnya yaitu “Persamaan dihadapan hukum berlaku bagi semua warga negara Indonesia yang telah diatur dalam UUD 1945.” karena pemborosan kata.
    5.   a) BENAR
      Karena kata sarat pada kalimat di atas di dalam KBBI kata lain dari syarat.
   b) SALAH
       Karena kata azasi pada kalimat di atas tidak tercantum dalam KBBI, tetapi seharusnya adalah asasi.